Penulis:
Hairiyanto, M.Pd
Dosen Bahasa Inggris STIESNU Bengkulu
Sejak tanggal 20
Februari 2025 Helmi Hasan, SE secara resmi mengemban amanah sebagai Gubernur
Bengkulu untuk periode 2025-2030. Setelah melalui proses panjang mengikuti
tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serantak tahun 2024, maka
pasangan Helmi Hasan, SE - Ir. Mian lah yang menjadi pemenang dalam Kontestasi
pesta Demokrasi lima tahunan ini.. Dengan penuh rasa suka cita, ucapan selamat
dan sukses berhamburan dari para tim sukses, para pendukung dan pengusung,
serta huforia masyarakat Bengkulu secara keseluruhan, mengiringi langkah Pak
Helmi-Mian berdiri di hadapan Presiden Prabowo untuk mengangkat sumbah jabatan
sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Bengkulu.
Bapak Helmi Hasan,
memimpin provinsi untuk 5 tahun yang akan datang, tentu dengan membawa harapan besar dari masyarakat
untuk membawa perubahan yang signifikan dan lebih baik dari yang sebelum nya.
Segala bentuk Program dan Janji semasa kampanye tentu di nanti relaisasinya
oleh Masyarakat, pak Gubenur melalui jargonya "Bantuu Rakyat" akan
mengerahkan segala kemampuan dan potensinya, mewujudkan harapan besar masyarakat
tersebut.
Dua sektor krusial
yang membutuhkan perhatian serius dan kebijakan yang terarah adalah pembangunan
infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Keduanya merupakan
fondasi utama bagi kemajuan dan kesejahteraan Bengkulu di masa depan.
Dalam hal
infrastruktur, Provinsi Bengkulu yang terbentang dari Kabupaten Kaur Hingga
Kabuoaten Mukomuko ini memiliki tantangan yang tidak sedikit. Kondisi jalan
rusak parah dan belum sepenuhnya memadai, keterbatasan akses terhadap sumber
air bersih dan sanitasi layak di beberapa wilayah, serta infrastruktur
pendukung sektor-sektor ekonomi seperti pertanian dan pariwisata masih
memerlukan pembenahan dan pengembangan. Kebijakan yang berani dan inovatif dari
Gubernur Helmi Hasan diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan infrastruktur
secara merata di seluruh kabupaten/kota. Prioritas perlu diberikan pada
proyek-proyek strategis yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan
konektivitas antar wilayah, mempermudah aksesibilitas layanan dasar, dan mendukung
pertumbuhan ekonomi lokal. Investasi yang cerdas dalam infrastruktur, baik
melalui APBD maupun menarik investasi dari pihak swasta dan pemerintah pusat,
akan menjadi kunci untuk membuka potensi Bengkulu yang lebih besar.
Penuntasan
berbagaimacam peroalan yang menerpa Propinsi Bengkulu hari ini, seperti
Kelangkaan BBM akibat pendalan pelabuhan Pulau Baai, yang berujung sulitnya
mendapatkan BBM di Provinsi Bengkulu secara keseluruhan, di tambah lagi harga
BBM yang terlalu tinggi yang di jual oleh masyarakat di pinggir jalan, menambah
jeritan masyarakat yang lebih keras.
Rusaknya jalan
lintas antar Propinsi dan Kabupaten Kota di hampir sepropinsi Bengkulu, Mulai
dari kabupaten kaur, Manna, seluma, Bengkulu Utara dan Mukomuko, jalan nya
rusak dan memprihatinkan.
Kemudian juga
keluhan masyarakat terhadap sulit dan mahalnya gas ELPG 3 Kg, jika pun ada di
jual di warung-warung, tentu harganya sudah sangat mahal hingga 30-40 ribu
rupiah. Tentu sebagian persoalan ini, di tunggu dan di nantikan penyelesaianya oleh
masyarakat propinsi Bengkulu.
Di sisi lain,
pembangunan SDM juga memegang peranan yang sama pentingnya. Kualitas SDM
Bengkulu akan menentukan daya saing daerah dalam menghadapi tantangan worldwide
dan memanfaatkan peluang yang ada. Kebijakan yang fokus pada peningkatan
kualitas pendidikan di semua tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga
pendidikan tinggi, perlu menjadi prioritas. Selain itu, pelatihan dan
pengembangan keterampilan bagi angkatan kerja juga krusial untuk meningkatkan
produktivitas dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Inisiatif yang
menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri lokal, serta
program-program pemberdayaan masyarakat yang mendorong kreativitas dan inovasi,
diharapkan dapat melahirkan SDM Bengkulu yang unggul dan berdaya saing.
Tentu saja,
pembangunan infrastruktur dan SDM tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Keduanya saling terkait dan memperkuat. Infrastruktur yang baik akan mendukung
aktivitas ekonomi dan sosial, termasuk pendidikan dan pelatihan. Sementara itu,
SDM yang berkualitas akan mampu mengelola dan memanfaatkan infrastruktur yang
dibangun secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, kebijakan yang
terintegrasi dan holistik, yang mempertimbangkan sinergi antara kedua sektor
ini, akan memberikan dampak yang lebih ideal bagi kemajuan Bengkulu.
Masyarakat
menantikan visi dan langkah nyata dari Gubernur Helmi Hasan dalam merumuskan
dan mengimplementasikan kebijakan yang berpihak pada pembangunan infrastruktur
yang berkelanjutan dan pengembangan SDM yang berkualitas. Harapannya, dengan
fokus dan kerja keras, Bengkulu dapat meraih kemajuan yang signifikan dan
meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya. Waktu akan menjawab bagaimana
kebijakan-kebijakan yang diambil akan membawa perubahan yang dinanti-nantikan
ini.
